Analisis mitigasi risiko rantai pasok menggunakan metode House of Risk (HOR) pada industri kerajinan tangan (Studi Kasus: CV. Estetika Indonesia
Abstract
CV. Estetika Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri kerajinan tangan
dengan strategi produksi make to order (MTO). Dalam menjalankan aktivitas rantai pasoknya,
mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk, perusahaan
menghadapi berbagai risiko seperti keterlambatan pengiriman bahan baku, ketidaksesuaian
spesifikasi bahan baku, serta cacat produk selama proses produksi. Risiko-risiko tersebut
menghambat kelancaran operasional, menurunkan kualitas produk, dan menyebabkan
keterlambatan pemenuhan permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi risiko prioritas dalam rantai pasok CV. Estetika Indonesia serta merumuskan
usulan strategi mitigasi yang tepat untuk mengendalikan risiko tersebut. Metode yang
digunakan adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk memetakan aktivitas
rantai pasok ke dalam proses plan, source, make, deliver, dan return, yang kemudian
dikombinasikan dengan metode House of Risk (HOR) untuk mengidentifikasi dan menentukan
prioritas risk agent (House of Risk fase 1) serta merancang strategi penanganan risiko (House
of Risk fase 2). Objek penelitian difokuskan pada produk Serving Board sebagai representasi
aktivitas rantai pasok perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 risk agent yang
teridentifikasi, terdapat tujuh risk agent yang ditetapkan sebagai prioritas, dan setelah
didiskusikan bersama expert, risk agent dengan prioritas tertinggi yang perlu ditangani terlebih
dahulu adalah Lead Time pengadaan bahan baku yang tidak pasti. Berdasarkan risk agent
prioritas tersebut, dirancang enam usulan strategi penanganan, di antaranya penyusunan SOP
dan standar spesifikasi kerja, pelatihan teknis mengenai jenis dan karakteristik kayu, double
check bahan baku saat penerimaan, kerja sama dengan pemasok alternatif berkualitas,
perawatan berkala mesin beserta penyediaan stok suku cadang kritis, serta Penjadwalan
pengambilan bahan baku lebih awal. Strategi mitigasi yang dihasilkan diharapkan dapat
membantu CV. Estetika Indonesia dalam mengurangi potensi gangguan rantai pasok serta
meningkatkan efektivitas proses operasional perusahaan.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
