Show simple item record

dc.contributor.authorHendarta, Adji Putra
dc.date.accessioned2026-08-26T06:03:25Z
dc.date.available2026-08-26T06:03:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66370
dc.description.abstractCV. Estetika Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri kerajinan tangan dengan strategi produksi make to order (MTO). Dalam menjalankan aktivitas rantai pasoknya, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk, perusahaan menghadapi berbagai risiko seperti keterlambatan pengiriman bahan baku, ketidaksesuaian spesifikasi bahan baku, serta cacat produk selama proses produksi. Risiko-risiko tersebut menghambat kelancaran operasional, menurunkan kualitas produk, dan menyebabkan keterlambatan pemenuhan permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko prioritas dalam rantai pasok CV. Estetika Indonesia serta merumuskan usulan strategi mitigasi yang tepat untuk mengendalikan risiko tersebut. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk memetakan aktivitas rantai pasok ke dalam proses plan, source, make, deliver, dan return, yang kemudian dikombinasikan dengan metode House of Risk (HOR) untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas risk agent (House of Risk fase 1) serta merancang strategi penanganan risiko (House of Risk fase 2). Objek penelitian difokuskan pada produk Serving Board sebagai representasi aktivitas rantai pasok perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 risk agent yang teridentifikasi, terdapat tujuh risk agent yang ditetapkan sebagai prioritas, dan setelah didiskusikan bersama expert, risk agent dengan prioritas tertinggi yang perlu ditangani terlebih dahulu adalah Lead Time pengadaan bahan baku yang tidak pasti. Berdasarkan risk agent prioritas tersebut, dirancang enam usulan strategi penanganan, di antaranya penyusunan SOP dan standar spesifikasi kerja, pelatihan teknis mengenai jenis dan karakteristik kayu, double check bahan baku saat penerimaan, kerja sama dengan pemasok alternatif berkualitas, perawatan berkala mesin beserta penyediaan stok suku cadang kritis, serta Penjadwalan pengambilan bahan baku lebih awal. Strategi mitigasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu CV. Estetika Indonesia dalam mengurangi potensi gangguan rantai pasok serta meningkatkan efektivitas proses operasional perusahaan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHouse of Risk, Manajemen risiko, Rantai pasoken_US
dc.titleAnalisis mitigasi risiko rantai pasok menggunakan metode House of Risk (HOR) pada industri kerajinan tangan (Studi Kasus: CV. Estetika Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22513048


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record