• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis mitigasi risiko rantai pasok menggunakan metode House of Risk (HOR) pada industri kerajinan tangan (Studi Kasus: CV. Estetika Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    22522254.pdf (2.110Mb)
    Date
    2026
    Author
    Hendarta, Adji Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    CV. Estetika Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri kerajinan tangan dengan strategi produksi make to order (MTO). Dalam menjalankan aktivitas rantai pasoknya, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk, perusahaan menghadapi berbagai risiko seperti keterlambatan pengiriman bahan baku, ketidaksesuaian spesifikasi bahan baku, serta cacat produk selama proses produksi. Risiko-risiko tersebut menghambat kelancaran operasional, menurunkan kualitas produk, dan menyebabkan keterlambatan pemenuhan permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko prioritas dalam rantai pasok CV. Estetika Indonesia serta merumuskan usulan strategi mitigasi yang tepat untuk mengendalikan risiko tersebut. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk memetakan aktivitas rantai pasok ke dalam proses plan, source, make, deliver, dan return, yang kemudian dikombinasikan dengan metode House of Risk (HOR) untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas risk agent (House of Risk fase 1) serta merancang strategi penanganan risiko (House of Risk fase 2). Objek penelitian difokuskan pada produk Serving Board sebagai representasi aktivitas rantai pasok perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 risk agent yang teridentifikasi, terdapat tujuh risk agent yang ditetapkan sebagai prioritas, dan setelah didiskusikan bersama expert, risk agent dengan prioritas tertinggi yang perlu ditangani terlebih dahulu adalah Lead Time pengadaan bahan baku yang tidak pasti. Berdasarkan risk agent prioritas tersebut, dirancang enam usulan strategi penanganan, di antaranya penyusunan SOP dan standar spesifikasi kerja, pelatihan teknis mengenai jenis dan karakteristik kayu, double check bahan baku saat penerimaan, kerja sama dengan pemasok alternatif berkualitas, perawatan berkala mesin beserta penyediaan stok suku cadang kritis, serta Penjadwalan pengambilan bahan baku lebih awal. Strategi mitigasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu CV. Estetika Indonesia dalam mengurangi potensi gangguan rantai pasok serta meningkatkan efektivitas proses operasional perusahaan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66370
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV