Show simple item record

dc.contributor.authorFadilla, Farah Nur
dc.date.accessioned2026-08-14T04:07:35Z
dc.date.available2026-08-14T04:07:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66034
dc.description.abstractSistem self assessment di Indonesia mewajibkan Wajib Pajak menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya secara mandiri, sehingga rentan menimbulkan kekeliruan pelaporan, terutama bagi Wajib Pajak dengan pekerjaan bebas seperti dokter yang berpenghasilan dari beberapa institusi. Untuk mengawasi kepatuhan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) apabila ditemukan ketidaksesuaian data. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab diterbitkannya SP2DK dan menganalisis mekanisme penyelesaiannya melalui pembetulan SPT Tahunan, dengan studi kasus pada Tuan Y, dokter yang menerima SP2DK atas SPT Tahunan Pajak 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan SP2DK diterbitkan karena 13 bukti potong penghasilan belum dilaporkan dan sejumlah aset belum dicantumkan dalam SPT. Penyelesaiannya dilakukan melalui SPT Tahunan Pembetulan disertai pelunasan kekurangan pajak dan sanksi bunga sesuai Pasal 8 ayat (2) UU KUP.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSP2DKen_US
dc.subjectpembetulan SPT Tahunanen_US
dc.subjectpekerjaan bebasen_US
dc.subjectkepatuhan pajaken_US
dc.subjectself assessmenten_US
dc.titleAnalisis Penanganan SP2DK melalui Mekanisme Pembetulan SPT Tahunan: Studi Kasus Wajib Pajak dengan Pekerjaan Bebasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22215154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record