| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stres kerja dan keterikatan kerja pada pegawai. Penelitian ini dilakukan pada pegawai Dinas Pekerjaan Umum di daerah Sleman, Yogyakarta dengan jumlah sampel sebanyak 141 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala beban kerja yang mengacu dari teori (Hart & Staveland, 1981), skala stres kerja yang mengacu dari teori (Robbins, 2006), dan skala keterikatan kerja dari Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17) yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2003). Hipotesis di dalam penelitian ini yakni: (1) terdapat hubungan negatif antara beban kerja dengan keterikatan kerja, yakni semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah keterikatan kerja, dan (2) terdapat hubungan negatif antara stres kerja dengan keterikatan kerja, yakni semakin tinggi stres kerja makan semakin rendah keterikatan kerja. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Spearman menunjukkan, sebagai berikut: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan keterikatan kerja (r = 0.363 dan p = 0.000) dan terdapat hubungan positif antara stres kerja dengan keterikatan kerja (r = 0.321 dan p = 0.000). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis ditolak. | en_US |