| dc.description.abstract | TikTok merupakan salah satu media sosial yang berkembang pesat dan banyak dimanfaatkan
sebagai sarana pemasaran digital oleh para beauty influencer. Keberhasilan strategi pemasaran
di TikTok tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pengikut, tetapi juga oleh kemampuan kreator
dalam memanfaatkan karakteristik media sosial untuk membangun hubungan dengan audiens.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan karakteristik media sosial menurut
Mayfield (2008), yaitu participation, openness, conversation, community, dan connectedness
pada top 10 konten TikTok akun @tasyafarasya dan @jharnabhagwani tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis).
Data penelitian berupa sepuluh konten dengan engagement tertinggi dari masing-masing akun
TikTok selama tahun 2024 yang diperoleh melalui platform FASTMOSS. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi terhadap isi konten, kemudian dianalisis menggunakan tahapan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua beauty influencer telah menerapkan kelima
karakteristik media sosial menurut Mayfield, namun dengan intensitas yang berbeda. Tasya
Farasya lebih dominan menerapkan karakteristik participation, openness, dan conversation
melalui keterlibatan aktif dengan audiens, penggunaan fitur balasan komentar, komunikasi yang
terbuka, serta penyampaian konten yang mendorong diskusi. Sementara itu, Jharna Bhagwani
lebih dominan menunjukkan karakteristik connectedness dan community melalui konsistensi
mengikuti tren global, kolaborasi budaya, transformasi makeup artistik, serta terbentuknya
komunitas audiens yang aktif mengapresiasi kreativitas visualnya. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa penerapan karakteristik media sosial yang sesuai dengan identitas kreator
mampu membangun keterlibatan audiens yang tinggi meskipun menggunakan strategi
komunikasi yang berbeda. | en_US |