Show simple item record

dc.contributor.authorUtami, Faadhilah Mega
dc.date.accessioned2026-08-07T06:47:43Z
dc.date.available2026-08-07T06:47:43Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65763
dc.description.abstractIndustri ritel Indonesia mengalami tekanan pasca pandemi COVID-19, tercermin pada PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang konsisten merugi sejak 2017. Meskipun penjualan meningkat menjadi Rp7,25 triliun pada 2025, ekuitas perusahaan justru berbalik menjadi defisit modal Rp2,24 miliar akibat akumulasi saldo defisit Rp2,92 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesehatan keuangan MPPA periode 2022–2025 menggunakan model Springate S-Score. Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari Bursa Efek Indonesia, dianalisis melalui empat rasio keuangan yang disubstitusikan ke dalam rumus S-Score. Hasil penelitian menunjukkan nilai S-Score sebesar 0,251 pada tahun 2022 menjadi 0,431 pada tahun 2023, 0,653 pada tahun 2024, dan 0,665 pada tahun 2025, seluruhnya di bawah cut-off 0,862, sehingga perusahaan konsisten dikategorikan financial distress meskipun menunjukkan tren perbaikan setiap tahun. Penelitian menyimpulkan bahwa perbaikan operasional belum cukup mengeluarkan perusahaan dari financial distress karena likuiditas tetap lemah, serta model Springate terbukti efektif sebagai sistem peringatan dini. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek dan membandingkan dengan model prediksi lain.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFinancial Distressen_US
dc.subjectModel Springate S-Scoreen_US
dc.subjectPerusahaan Ritelen_US
dc.titleAnalisis Prediksi Potensi Financial Distress dengan Menggunakan Model Springate S-Score Pada PT Matahari Putra Prima Tbk Periode 2022-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22215150


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record