Analisis Prediksi Potensi Financial Distress dengan Menggunakan Model Springate S-Score Pada PT Matahari Putra Prima Tbk Periode 2022-2025
Abstract
Industri ritel Indonesia mengalami tekanan pasca pandemi COVID-19, tercermin
pada PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang konsisten merugi sejak 2017.
Meskipun penjualan meningkat menjadi Rp7,25 triliun pada 2025, ekuitas
perusahaan justru berbalik menjadi defisit modal Rp2,24 miliar akibat akumulasi
saldo defisit Rp2,92 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesehatan
keuangan MPPA periode 2022–2025 menggunakan model Springate S-Score.
Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan
keuangan tahunan dari Bursa Efek Indonesia, dianalisis melalui empat rasio
keuangan yang disubstitusikan ke dalam rumus S-Score. Hasil penelitian
menunjukkan nilai S-Score sebesar 0,251 pada tahun 2022 menjadi 0,431 pada
tahun 2023, 0,653 pada tahun 2024, dan 0,665 pada tahun 2025, seluruhnya di
bawah cut-off 0,862, sehingga perusahaan konsisten dikategorikan financial
distress meskipun menunjukkan tren perbaikan setiap tahun. Penelitian
menyimpulkan bahwa perbaikan operasional belum cukup mengeluarkan
perusahaan dari financial distress karena likuiditas tetap lemah, serta model
Springate terbukti efektif sebagai sistem peringatan dini. Penelitian selanjutnya
disarankan memperluas objek dan membandingkan dengan model prediksi lain.
Collections
- Tax Accounting [81]
