| dc.description.abstract | Era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi memunculkan
tantangan serius terhadap pembentukan akhlak anak dalam keluarga Muslim,
termasuk paparan konten negatif dan melemahnya peran orang tua dalam
pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep peran
orang tua dalam pengembangan akhlak anak berdasarkan Al-Qur'an dan hadis, serta
menganalisis keterkaitan pengembangan akhlak anak dengan kesejahteraan anak
dalam perspektif Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
pustaka (library research). Objek penelitian adalah teks-teks Islam (Al-Qur'an dan
hadis) serta literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Karena bersifat
studi pustaka, penelitian ini tidak menggunakan teknik pengambilan sampel
berbasis populasi, melainkan pemilihan sumber berdasarkan relevansi dan
kredibilitas. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka (literature
review) yang sistematis terhadap sumber primer (Al-Qur'an dan hadis) dan sumber
sekunder (buku dan jurnal ilmiah). Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi
(content analysis) untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan
menginterpretasikan tema-tema utama yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tiga peran utama
dalam pengembangan akhlak anak, yaitu sebagai pendidik, teladan, dan pelindung.
Pengembangan akhlak dilaksanakan melalui metode keteladanan, nasihat,
pembiasaan, dialog, serta targhib dan tarhib. Selain itu, pengembangan akhlak
memiliki keterkaitan erat dengan kesejahteraan anak yang meliputi lima aspek
maqashid al-syari'ah, yaitu penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Dengan demikian, pembinaan akhlak oleh orang tua berlandaskan Al-Qur'an dan
hadis berkontribusi langsung terhadap terwujudnya kesejahteraan anak yang
menyeluruh dalam perspektif Islam. | en_US |