| dc.description.abstract | Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara pelaku usaha
lokal membangun komunikasi pemasaran dan brand awareness di kalangan generasi muda.
TikTok tidak hanya berfungsi sebagai platform hiburan, tetapi juga sebagai ruang
pencarian informasi, rekomendasi, dan pembentukan preferensi gaya hidup, termasuk
dalam pemilihan tempat ngopi oleh mahasiswa. Street Coffee 31Bloc, kedai kopi lokal di
Yogyakarta, memanfaatkan TikTok sebagai media utama dalam strategi komunikasi
pemasarannya untuk menjangkau mahasiswa sebagai target audiens.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Street Coffee 31Bloc
merancang dan mengimplementasikan strategi TikTok marketing communication dalam
membangun brand awareness di kalangan mahasiswa Yogyakarta serta memahami
pengalaman mahasiswa ketika berinteraksi dengan konten TikTok 31Bloc. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi terhadap konten TikTok @tigasatubloc dan wawancara
mendalam dengan pemilik, pengelola media sosial, serta lima mahasiswa sebagai informan
pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan model AISAS
sebagai kerangka analisis pengalaman audiens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi TikTok marketing communication
31Bloc menonjolkan konten visual yang merepresentasikan suasana kedai, aktivitas
pengunjung, interaksi barista, serta identitas street coffee yang dekat dengan gaya hidup
mahasiswa. Strategi ini dijalankan melalui konten organik yang mengikuti tren TikTok,
penggunaan elemen visual dan musik populer, serta interaksi dengan audiens. Selain itu,
31Bloc juga memanfaatkan influencer sebagai bagian dari strategi berbayar untuk
memperluas jangkauan audiens. Pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan konten
tersebut berlangsung melalui tahapan AISAS, mulai dari perhatian hingga berbagi
pengalaman setelah berkunjung ke kedai. | en_US |