Show simple item record

dc.contributor.authorDewi, Putri Cahyani
dc.date.accessioned2026-08-06T07:41:55Z
dc.date.available2026-08-06T07:41:55Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65708
dc.description.abstractPeningkatan omzet usaha pada Perusahaan XYZ yang telah melampaui batas Rp4,8 miliar menuntut perencanaan pajak (tax planning) strategis demi menjaga efisiensi fiskal. Penelitian studi kasus ini bertujuan menganalisis dan membandingkan dampak finansial antara mempertahankan status Wajib Pajak Orang Pribadi versus beralih menjadi Wajib Pajak Badan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, analisis dilakukan melalui peramalan laporan keuangan dengan metode trend linear periode 2026-2028 serta simulasi perhitungan pajak berdasarkan UU HPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan bentuk usaha menjadi Wajib Pajak Badan jauh lebih efisien secara finansial. Penerapan skema badan berhasil memanfaatkan fasilitas Pasal 31E secara optimal, sehingga total beban pajak kumulatifnya tetap lebih rendah meskipun memicu konsekuensi pajak ganda atas dividen. Kesimpulannya, transisi menjadi Wajib Pajak Badan memberikan penghematan pajak (tax saving) yang secara langsung meningkatkan laba setelah pajak. Implikasinya, strategi komparatif ini sangat direkomendasikan sebagai alternatif kebijakan legal bagi manajemenen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerencanaan Pajaken_US
dc.subjectPeramalan Keuanganen_US
dc.subjectTrend Linearen_US
dc.subjectWajib Pajak Badanen_US
dc.subjectWajib Pajak Orang Pribadien_US
dc.titleAnalisis Beban Pajak Untuk Pemilihan Bentuk Usaha Berdasarkan Forecasting Laporan Keuangan Dengan Menggunakan Metode Trend Linearen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22215170


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record