| dc.description.abstract | Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi (monetary benefit, environment, symbol,
risk, fee) terhadap niat beli kendaraan listrik pada mahasiswa di Yogyakarta, serta peran
religiusitas sebagai variabel moderasi. Berlandaskan Theory of Planned Behavior (TPB) dan
Valence Framework, studi kuantitatif ini menggunakan data dari 200 responden. Hasil analisis
SEM-PLS menunjukkan bahwa perceived monetary benefit (PMB) (β=0,236, p=0,001),
perceived symbol (PS) (β=0,344, p=0,000), perceived fee (PF) (β=0,230, p=0,011), dan
religiusitas (RLG) (β=0,287, p=0,008) berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli (PI).
Menariknya, perceived fee menunjukkan hubungan positif yang berlawanan dengan teori
konvensional. Perceived environment (PE) dan perceived risk (PR) tidak signifikan. Lebih
lanjut, religiusitas memoderasi dan memperkuat hubungan antara perceived symbol dan niat
beli (RLG×PS → PI, β=0,218, p=0,010), mengindikasikan bagi mahasiswa yang religius, nilai
simbolis kendaraan listrik yang selaras dengan identitas keagamaan sangat mendorong niat
beli. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan religiusitas ke dalam
model pemodelan adopsi teknologi, serta menggarisbawahi pentingnya citra simbolis | en_US |