Show simple item record

dc.contributor.authorYani, Nuri
dc.date.accessioned2026-07-28T06:31:51Z
dc.date.available2026-07-28T06:31:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/65033
dc.description.abstractAnak merupakan aset bangsa yang menentukan masa depan, namun fenomena kenakalan remaja khususnya penyalahgunaan narkotika menjadi hambatan serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sanksi pidana serta konsep ideal pemidanaan terhadap anak penyalahguna narkotika di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normative dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi hukum di Indonesia melalui UU No. 35 Tahun 2009 dan UU No. 11 Tahun 2012 telah mengatur pertanggungjawaban hukum anak yang berbeda dari orang dewasa dengan mengedepankan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak. Pendekatan rehabilitatif berdasarkan Pasal 54 UU Narkotika seharusnya lebih diutamakan daripada penjara. Konsep ideal pemidanaan bagi anak penyalahguna narkotika adalah melalui pendekatan keadilan restoratif, di mana pidana penjara merupakan upaya terakhir (ultimum remedium). Hakim diharapkan mempertimbangkan latar belakang sosial dan peran anak dalam kasus tindakan rehabilitasi bagi pengguna/korban, namun tetap memungkinkan pidana proporsional bagi anak yang terlibat aktif dalam jaringan peredaran. Tujuan akhir dari pemidanaan ini adalah pemulihan dan pendidikan agar anak dapat kembali menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnaken_US
dc.subjectPenyalahgunaan Narkotikaen_US
dc.subjectSistem Peradilan Pidana Anaken_US
dc.subjectRehabilitasien_US
dc.subjectKeadilan Restoratifen_US
dc.titlePemidanaan Anak Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi Dalam Keadilan Restoratifen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22912070


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record