Show simple item record

dc.contributor.authorAlbari, Agusty Ghany
dc.date.accessioned2026-07-27T02:13:24Z
dc.date.available2026-07-27T02:13:24Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64918
dc.description.abstractPraktik penahanan ijazah pekerja oleh pemberikerja banyak terjadi di Indonesia dan menimbulkan persoalan hukum dalam perlindungan hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongan hukum yang terjadi dalam praktik penahanan ijazah serta implikasinya terhadap perlindungan pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan data primer berupa kuesioner pekerja yang bekerja disektor swasta. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada aturan nasional yang secara eksplisit melarang praktik penahanan ijazah yang menimbulkan ketidak pastina hukum. Mayoritas responden menilai bahwa penahanan ijazah memengaruhi keputusan mereka dalam bekerja dan praktik penahanan ijazah tidak dapat diwajarkan. Penahanan ijazah memiliki implikasi yaitu terbatasnya mobilitas kerja, potensi kerugian materil dan non-materil. Perlunya regulasi yang secara tegas serta pengawasan untuk menjamin perlindungan hukum bagi pekerja dalam hubungan industrial.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenahanan Ijazahen_US
dc.subjectPerlindungan Pekerjaen_US
dc.subjectKekosongan Regulasien_US
dc.titleUrgensi Pembentukan Regulasi dalam Praktik Penahanan Ijazah Terhadap Perlindungan Hak-hak Pekerjaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22410815


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record