• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penegakan Hukum Penambang Emas Tanpa Izin yang Berdampak pada Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Wilayah Pongkor di Kabupaten Bogor

    Thumbnail
    View/Open
    19410529.pdf (2.275Mb)
    19410529 Bab 1.pdf (370.9Kb)
    19410529 Daftar Pustaka.pdf (284.4Kb)
    Date
    2026
    Author
    Wiagsa, Emeral Firdaus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kemunculan penambang emas tradisional di wilayah izin usaha pertambangan emas milik PT Antam, di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk pencemaran sungai dan degradasi kualitas tanah akibat bahan kimia yang mereka gunakan saat melakukan pengolahan emas. Pemerintah daerah, bersama dengan PT Antam, Pongkor telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah ini, yaitu melalui penegakan hukum yang berdasar pada hukum administrasi negara. Penelitian ini menyoroti penerapan sanksi kumulasi eksternal dalam menangani aktivitas pertambangan emas tanpa izin, yang menggabungkan sanksi administratif dan pidana. Sanksi administratif, seperti penyitaan alat tambang dan penutupan lokasi tambang emas tanpa izin, diterapkan untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang rusak. Sementara itu, sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Minerba No. 3 Tahun 2020 memberikan sanksi kepada penambang liar. Selain itu, aturan lingkungan hidup, seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), diterapkan oleh PT Antam untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan tidak merusak lingkungan. Namun, tantangan utama dalam penerapan penegakan hukum adalah kurangnya kesadaran masyarakat, terutama masyarakat pendatang yang terlibat dalam aktivitas PETI, serta adanya oknum aparat yang turut melindungi kegiatan ilegal ini. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak tegas penambang emas tanpa izin untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah tambang.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64916
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV