• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pelaksanaan Akad Pembiayaan Murabahah di Bank BNI Syariah Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    08410333 .pdf (7.201Mb)
    Date
    2012
    Author
    Sofianuddin, Annas Huda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan akad pembiayaan murabahah di Bank BNI Syariah Yogyakarta. Rumusan masalah yang diajukan yaitu: Apakah Pelaksananan akad pembiayaan murabahah di Bank BNI Syariah Yogyakarta sudah sesuai dengan prinsip syariah?: Bagaimanakah penyelesaianya apabila terjadi wanprestasi dalam akad pembiayaan murabahah?. Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum empiris. Data penelitian dikumpulkan dengan cara studi dokumen/pustaka yang berkaitan dengan pembahasan dan melakukan observasi maupun wawancara dengan pihak Bank BNI Syariah, Hasil Studi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan akad pembiayaan murabahah di Bank BNI Syariah belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah karena pada prinsipnya pembuatan akad pembiayaan murabahah harus memperhatikan aspek hukum perjanjian pembiayaan menurut prinsip syariah dimana dalam membuat perjanjian, bank syariah wajib membuat akad sesuai prinsip syariah dengan ketentuan pokok hukum Islam antara lain prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan ( maslahah) dan universalisme (alamiyah) serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, dzalim, riswah, dan objek haram. Kenyataanya pelaksanaan akad pembiayaan murabahah di Bank BNI Syariah Yogyakarta masih belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, prinsip keadilan dan keseimbangan belum benar- benar diterapkan dalam akad pembiayaan murabahah di Bank BBNI Syariah Yogyakarta, hal tersebut dapt disinyalir dari awal bahwa akad pembiayaan yang antara bank syariah dengan nasabah merupakan perjanjian baku, dimana nasabah berada dalam posisi yang lemah sehingga pihak bank dengan leluasa dapat membuat klausul dalam akad yang memberatkan nasabah. Oleh karena itu disarankan kepada para nasabah yang ingin mengajukan permohonan pembiayaan harus minta penjelasan yang akurat kepada bank tentang pembiayaan yang akan diambil serta maksud dan isi perjanjian tersebut, agar tidak terjadi salah paham diantara bank dan nasabah tentang perjanjian pembiayaan yang diambil.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64873
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV