• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Model Ideal Penyelesaian Perkara Kekerasan Seksual yang Berorientasi pada Victim-Centered Approach dalam Sistem Peradilan Pidana

    Thumbnail
    View/Open
    24912038.pdf (1.746Mb)
    Date
    2026
    Author
    Dani, Revanis Rahma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian perkara kekerasan seksual dalam sistem peradilan pidana di indonesia serta merumuskan model ideal yang berorientasi pada victim-centered approach. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih dominannya paradigma offender-centered dalam sistem peradilan pidana yang menyebabkan korban belum memperoleh perlindungan dan pemulihan secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian nrmatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Pendekatan normatif dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Kitan Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah terdapat pengaturan yang lebih progresif dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, implementasinya dalam praktik peradilan masih belum optimal. Korban masih menghadapi berbagai kendala, seperti reviktimisasi, keterbatasan akses terhadap restitusi, serta minimnya partisipasi dalam proses peradilan. Hal ini menunjukkan ada kesenjangan antara norma hukum dan praktik di lapangan. Penelitian ini merumuskan model ideal penyelesaian perkara kekerasan seksual yang berorientasi pada victim-centered approach melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi noermatif, kelembagaan, dan prosedural. Model ini menekankan perlindungan korban secara komprehensif, pencegahan reviktimisasi, partisipasi korban, serta pemulihan melalui restitusi dan rehabilitasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan model berbasis victim-centered approach merupakan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih humanis, berkeadilan subtantif, serta responsif terhadap kebutuhan korban.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64807
    Collections
    • Master of Law [1613]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV