Analisis Pengelolaan Peran Ganda Antara Misi Kemanusiaan dan Tujuan Komersial pada Social Enterprise dari Perspektif Paradox Theory
Abstract
Penelitian ini meneliti bagaimana social enterprise di Indonesia menyeimbangkan
peran ganda antara misi kemanusiaan dan tujuan komersial dengan menggunakan
pendekatan paradox theory. Metode yang dipakai bersifat kualitatif dengan
rancangan multiple‐case study dan purposive polar sampling pada empat entitas,
yaitu Lawe Indonesia, Agradaya Indonesia, Mitra Bali Fair Trade, serta Surplus
Indonesia. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara, observasi, dan dokumen
pendukung, kemudian dianalisis melalui within‐case dan cross‐case analysis.
Temuan menunjukkan bahwa paradoks yang dihadapi social enterprise di
Indonesia tidak sekadar masalah operasional, melainkan dinamika yang melekat,
berkelanjutan, dan dipengaruhi oleh karakter inti organisasi, besarnya sumber daya,
kedekatan relasional dengan komunitas, serta konteks budaya Indonesia yang
kolektivistik dan religius. Penelitian mengidentifikasi empat sumber ketegangan
utama: relationship with community, hybrid target, final goal crossover, dan
dualism characteristic crisis. Keempatnya memunculkan paradoks dalam dimensi
belonging, organizing, learning, dan performing dengan intensitas yang bervariasi
pada tiap kasus. Selain itu, terdapat tiga strategi utama dalam mengelola paradoks
tersebut, yaitu acceptance, differentiation, dan integration, yang dipilih secara
kontekstual tergantung pada dominasi tekanan sosial atau bisnis. Dari segi teori,
studi ini memperluas pemahaman tentang organisasi hibrida di negara berkembang.
Secara praktis, hasilnya menegaskan bahwa pengelolaan paradoks pada social
enterprise harus berlandaskan pola pikir both‐and, kepekaan terhadap budaya lokal,
serta penyesuaian strategi sesuai fokus organisasi dan tingkat kematangan
ekosistem.
Collections
- Master of Management [576]
