| dc.description.abstract | Provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar dalam peningkatan kesejahteraan
masyarakat, namun masih menghadapi disparitas antar kabupaten/kota.
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan pembangunan nasional yang sejalan
dengan Agenda 2030 (Sustainable Development Goals/SDGs). Oleh karena itu,
diperlukan pengelompokan wilayah berdasarkan indikator kesejahteraan untuk
mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan
mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator
kesejahteraan menggunakan metode K-Medoids, yang dipilih karena
kemampuannya menghasilkan representasi pusat kelompok yang akurat serta
ketahanannya terhadap outlier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Kota
Surabaya memiliki pengeluaran per kapita tertinggi, Kabupaten Sidoarjo memiliki
AMH tertinggi, Kabupaten Pacitan memiliki TPAK tertinggi, Kabupaten
Bojonegoro memiliki persentase kepemilikan rumah sendiri tertinggi, dan
Kabupaten Sampang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi. Hasil clustering
menghasilkan tiga kelompok, yaitu cluster 1 yang terdiri dari 20 kabupaten, cluster
2 yang terdiri dari 8 kabupaten, dan cluster 3 yang memiliki 1 kabupaten dan 9 kota.
Karakteristik ketiga cluster menunjukkan adanya kesenjangan kesejahteraan
antarwilayah, di mana cluster 1 dan 2 cenderung memiliki tingkat kesejahteraan
lebih rendah dibandingkan cluster 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan
berkelanjutan. | en_US |