| dc.description.abstract | Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami
academic burnout akibat tingginya tuntutan akademik, khususnya dalam
penyelesaian tugas akhir, tekanan waktu kelulusan, serta kekhawatiran terhadap
masa depan karier. Academic burnout ditandai oleh kelelahan emosional, sikap
sinis terhadap aktivitas akademik, dan penurunan efikasi akademik. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat academic
burnout pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Indonesia serta
mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi kondisi tersebut. Data
yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran
kuesioner Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) dari mahasiswa
semester tujuh dan delapan dengan melibatkan delapan variabel independen. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest mampu menglasifikasi
tingkat academic burnout dengan baik, menghasilkan nilai akurasi sebesar 83.02%,
presisi 83.22%, dan recall 81.2%. Berdasarkan analisis interpretasi SHAP, seluruh
faktor yang diteliti, yaitu dukungan sosial, dukungan dosen pembimbing,
kecemasan karier, beban SKS, durasi tidur, keaktifan organisasi, status tempat
tinggal, dan jenis kelamin, terbukti memberikan kontribusi terhadap tingkat
academic burnout. Dari faktor-faktor tersebut, dukungan sosial diidentifikasi
sebagai faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi tingkat academic
burnout mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Indonesia. | en_US |