“Analisis Perbandingan Akurasi Model IndoBERT dan Bidirectional Long Short Term Memory dalam Analisis Sentimen Terhadap Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat” (Studi Kasus : Komentar di Platform Instagram)
Abstract
Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat merupakan salah satu isu yang memperoleh
perhatian luas dari masyarakat dan memunculkan berbagai tanggapan pada
platform Instagram. Beragamnya komentar yang muncul menunjukkan adanya
kecenderungan sentimen publik yang dapat dianalisis secara sistematis melalui
pendekatan analisis sentimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sentimen
komentar masyarakat terhadap Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat pada platform
Instagram serta membandingkan akurasi model IndoBERT dan Bidirectional Long
Short-Term Memory dalam mengklasifikasikan sentimen ke dalam kelas positive,
neutral, dan negative. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
pengumpulan data, preprocessing teks berupa cleaning, case folding, tokenizing,
normalisasi, stopword removal, dan stemming, kemudian dilanjutkan dengan proses
pelabelan data, pemodelan, dan evaluasi menggunakan accuracy, precision, recall,
dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar masyarakat terhadap
Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat didominasi oleh sentimen negative. Selain itu,
model IndoBERT menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan
Bidirectional Long Short-Term Memory dengan nilai akurasi sebesar 89%,
sedangkan Bidirectional Long Short-Term Memory memperoleh
Collections
- Statistics [1327]
