| dc.description.abstract | Indonesia memiliki beragam potensi wisata dan kuliner yang mendorong
masyarakat daerah untuk berinovasi dalam menciptakan makanan khas sebagai
identitas wilayah, salah satunya Karupuak Leak dari Sumatra Barat. Dalam
pengembangan usaha tersebut, manajemen keuangan menjadi aspek penting untuk
memantau pendapatan dan biaya operasional sebagai dasar pengambilan keputusan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan usaha rintisan
Karupuak Leak Managiah selama periode Agustus – November 2024. Hasil
pencatatan menunjukkan bahwa usaha dimulai dengan modal iuran anggota sebesar
Rp800.000. Selama periode pengamatan, usaha berhasil membukukan total
pendapatan penjualan sebesar Rp750.000 dengan total beban operasional sebesar
Rp665.400, sehingga menghasilkan laba bersih operasional senilai Rp84.600.
Analisis rasio profitabilitas menunjukkan nilai Return on Assets (ROA) dan Return
on Equity (ROE) masing-masing sebesar 9,56%. Dari sisi posisi keuangan, usaha
mencatatkan saldo kas akhir yang kuat sebesar Rp819.600 dan total modal akhir
yang tumbuh menjadi Rp884.600. Keberhasilan dalam mencetak laba positif dan
menjaga likuiditas tanpa adanya hutang (0%) menunjukkan bahwa usaha ini
memiliki fundamental keuangan yang sehat untuk menghadapi tantangan penjualan
online, seperti fluktuasi bahan baku dan persaingan digital, melalui inovasi produk
serta penguatan strategi pemasaran digital yang tepat. | en_US |