| dc.description.abstract | PT KUI merupakan perusahaan yang sepenuhnya menerapkan penjualan kredit.
Praktik penjualan kredit memiliki beberapa tantangan yaitu rentan terhadap
potensi gagal bayar, SOP penjualan maupun penagihan yang perlu diperbaiki, dan
masih menggunakan sistem pencatatan penerimaan dana secara manual. Dampak
dari proses manual tersebut meningkatkan risiko human error, rendahnya akurasi
data, dan, inefisiensi waktu pencatatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh gagal bayar terhadap arus kas, standarisasi SOP penjualan
maupun penagihan, implementasi master data dan dashboard Excel, serta
meminimalisir dampak dari proses manual. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan
bahwa gagal bayar dapat memengaruhi arus kas, SOP penjualan maupun
penagihan perusahaan yang efektif, implementasi master data dan dashboard
Excel, serta dapat meminimalisir dampak dari proses manual dengan digitalisasi.
Dengan digitalisasi melalui master data dan dashboard Excel tersebut dapat
mengurangi waktu pencatatan penerimaan dana sebesar 60% yang sebelumnya 10
menit menjadi 4 menit. Manfaat dari penelitian ini memberikan solusi digitalisasi
untuk meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi data dalam pengelolaan
piutang PT KUI. | en_US |