| dc.description.abstract | Penelitian ini berangkat dari keunikan masyarakat adat Kampung
Naga yang mampu mempertahankan kedaulatan identitas sekaligus
kelestarian lingkungan di tengah desakan modernitas. Penelitian bertujuan
menganalisis praktik pendidikan lingkungan pada Masyarakat Adat Muslim
Kampung Naga melalui perspektif ekopedagogi Freirean. Penelitian
kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi di Kampung Naga, Tasikmalaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan
berlangsung dalam praksis keseharian yang memuat nilai Islam dan adat,
yang ditransmisikan melalui keteladanan orang tua serta pembiasaan hidup.
Mekanisme kontrol sosial berupa pamali berfungsi bukan sekadar sebagai
larangan normatif yang statis, melainkan sebagai instrumen pedagogis
pengajuan masalah (problem-posing). Cara penerapan aturan adat di
Kampung Naga mendorong individu untuk melakukan refleksi mandiri
guna menemukan alasan logis-ekologis di balik setiap larangan. Pola
transmisi ini memicu proses de-reifikasi, di mana kepatuhan warga
berkembang menjadi kesadaran reflektif-kritis dalam membaca relasi
manusia dan alam. Sikap selektif terhadap modernitas dan teknologi
mencerminkan wujud nyata dari kesadaran tersebut sebagai upaya menjaga
kesetaraan sosial sekaligus keseimbangan ekosistem. Penelitian ini
menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dan nilai agama membentuk
model ekopedagogi kritis yang efektif dalam merawat lingkungan sekaligus
meneguhkan kedaulatan identitas budaya di tengah arus modernisasi. | en_US |