Pengaruh Innovation Resistance Theory (IRT) terhadap Word of Mouth dan Kesediaan untuk Merekomendasikan, dengan Kesediaan Melanjutkan Penggunaan sebagai Variabel Mediasi pada Pengguna Mobile JKN
Abstract
Transformasi digital dalam layanan kesehatan mendorong organisasi publik untuk
memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi
pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi tersebut adalah aplikasi Mobile
JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta
Jaminan Kesehatan Nasional dalam mengakses berbagai layanan administrasi
kesehatan secara digital. Meskipun memiliki potensi manfaat yang besar, tingkat
pemanfaatan Mobile JKN masih relatif rendah dibandingkan dengan jumlah peserta
JKN secara keseluruhan, yang menunjukkan adanya resistensi terhadap inovasi di
kalangan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
Innovation Resistance Theory yang meliputi usage barrier, value barrier, dan
traditional barrier terhadap word of mouth dan intention to recommend dengan
continuance intention sebagai variabel mediasi pada pengguna Mobile JKN.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap
200 responden pengguna Mobile JKN di Indonesia dan dianalisis menggunakan
metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa usage barrier tidak berpengaruh signifikan
terhadap continuance intention, sedangkan value barrier dan traditional barrier
berpengaruh signifikan terhadap continuance intention namun dengan arah
hubungan yang tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Selain itu, continuance
intention terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth serta
intention to recommend. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan
penggunaan layanan digital memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya
rekomendasi positif terhadap layanan kesehatan digital.
Collections
- Master of Management [576]
