Show simple item record

dc.contributor.authorLabiba, Navia Istiana
dc.date.accessioned2026-07-01T03:54:48Z
dc.date.available2026-07-01T03:54:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63886
dc.description.abstractMenurut Undang-Undang No. 18 Tahun 2012, ketahanan pangan merupakan kondisi ketika kebutuhan pangan terpenuhi secara cukup, bermutu, aman, bergizi, merata, dan terjangkau sehingga setiap individu dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Namun kondisi ketahanan pangan antarprovinsi di Indonesia menunjukkan perbedaan ketika ditinjau berdasarkan indikator ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, akses, dan pemanfaatan. Oleh sebab itu, diperlukan analisis pengelompokan untuk memetakan provinsi-provinsi yang memiliki kesamaan karakteristik ketahanan pangan berdasarkan indikator yang digunakan. Dalam penelitian ini, digunakan dua metode clustering, yaitu algoritma K-Medoids dan Fuzzy C-Means. Hasil algoritma K-Medoids didapat klaster 1 terdapat 30 provinsi dan klaster 2 terdapat 8 provinsi. Sedangkan menggunakan algoritma Fuzzy C-Means didapat klaster 1 terdiri dari 29 provinsi dan klaster 2 terdapat 9 provinsi. Didapatkan algoritma K- Medoids sebagai metode terbaik berdasarkan indeks connectivity, dunn, dan silhouette.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFuzzy C-Means Clusteringen_US
dc.subjectK-Medoids Clusteringen_US
dc.subjectKetahanan Panganen_US
dc.titlePengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Indikator Ketahanan Pangan dengan K-Medoids dan Fuzzy C-Meansen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22611027


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record