Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Indikator Ketahanan Pangan dengan K-Medoids dan Fuzzy C-Means
Abstract
Menurut Undang-Undang No. 18 Tahun 2012, ketahanan pangan merupakan
kondisi ketika kebutuhan pangan terpenuhi secara cukup, bermutu, aman, bergizi,
merata, dan terjangkau sehingga setiap individu dapat hidup sehat, aktif, dan
produktif secara berkelanjutan. Namun kondisi ketahanan pangan antarprovinsi di
Indonesia menunjukkan perbedaan ketika ditinjau berdasarkan indikator ketahanan
pangan, yaitu ketersediaan, akses, dan pemanfaatan. Oleh sebab itu, diperlukan
analisis pengelompokan untuk memetakan provinsi-provinsi yang memiliki
kesamaan karakteristik ketahanan pangan berdasarkan indikator yang digunakan.
Dalam penelitian ini, digunakan dua metode clustering, yaitu algoritma K-Medoids
dan Fuzzy C-Means. Hasil algoritma K-Medoids didapat klaster 1 terdapat 30
provinsi dan klaster 2 terdapat 8 provinsi. Sedangkan menggunakan algoritma
Fuzzy C-Means didapat klaster 1 terdiri dari 29 provinsi dan klaster 2 terdapat 9
provinsi. Didapatkan algoritma K- Medoids sebagai metode terbaik berdasarkan
indeks connectivity, dunn, dan silhouette.
Collections
- Statistics [1327]
