Show simple item record

dc.contributor.authorQamila, Khansa
dc.date.accessioned2026-06-30T04:06:33Z
dc.date.available2026-06-30T04:06:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63849
dc.description.abstractKesehatan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan manusia, sehingga pemerataan layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berperan strategis dalam penyediaan layanan kesehatan, namun pemerataan tenaga dan fasilitas kesehatan antarwilayah masih belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy C-Means (FCM) untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia tahun 2025 berdasarkan rasio tenaga kesehatan Puskesmas, jumlah Puskesmas, kepadatan penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal yang terbentuk adalah lima klaster. Pengelompokan memperlihatkan perbedaan karakteristik yang jelas antar klaster dalam hal ketersediaan tenaga kesehatan, jumlah Puskesmas, dan kepadatan penduduk. Validasi klaster menghasilkan nilai Partition Entropy (PE) sebesar 0,661, Partition Coefficient (PC) sebesar 0,624, Modified Partition Coefficient (MPC) sebesar 0,449, dan nilai Xie Beni Index (XBI) sebesar 0,207. Hasil profilisasi menunjukkan tidak terdapat klaster yang sepenuhnya memenuhi target rasio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk, klaster dengan kepadatan penduduk tinggi cenderung memiliki rasio tenaga kesehatan lebih rendah. hasil ini menunjukkan masih adanya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antar provinsi di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFuzzy C-Meansen_US
dc.subjectLayanan Kesehatanen_US
dc.subjectPuskesmasen_US
dc.subjectTenaga Kesehatanen_US
dc.titleAnalisis Klaster Layanan Kesehatan Provinsi di Indonesia Menggunakan Fuzzy C-means (Studi Kasus : Tenaga dan Fasilitas Kesehatan Puskesmas Tahun 2025)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22611107


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record