Analisis Klaster Layanan Kesehatan Provinsi di Indonesia Menggunakan Fuzzy C-means (Studi Kasus : Tenaga dan Fasilitas Kesehatan Puskesmas Tahun 2025)
Abstract
Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan manusia,
sehingga pemerataan layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah
Indonesia. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
berperan strategis dalam penyediaan layanan kesehatan, namun pemerataan tenaga
dan fasilitas kesehatan antarwilayah masih belum optimal. Penelitian ini
menggunakan metode Fuzzy C-Means (FCM) untuk mengelompokkan provinsi di
Indonesia tahun 2025 berdasarkan rasio tenaga kesehatan Puskesmas, jumlah
Puskesmas, kepadatan penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah klaster
optimal yang terbentuk adalah lima klaster. Pengelompokan memperlihatkan
perbedaan karakteristik yang jelas antar klaster dalam hal ketersediaan tenaga
kesehatan, jumlah Puskesmas, dan kepadatan penduduk. Validasi klaster
menghasilkan nilai Partition Entropy (PE) sebesar 0,661, Partition Coefficient (PC)
sebesar 0,624, Modified Partition Coefficient (MPC) sebesar 0,449, dan nilai Xie
Beni Index (XBI) sebesar 0,207. Hasil profilisasi menunjukkan tidak terdapat
klaster yang sepenuhnya memenuhi target rasio tenaga kesehatan per 100.000
penduduk, klaster dengan kepadatan penduduk tinggi cenderung memiliki rasio
tenaga kesehatan lebih rendah. hasil ini menunjukkan masih adanya ketimpangan
distribusi tenaga kesehatan antar provinsi di Indonesia.
Collections
- Statistics [1327]
