Show simple item record

dc.contributor.authorKhusinda, Aisyah Ma’fu
dc.date.accessioned2026-06-25T07:25:39Z
dc.date.available2026-06-25T07:25:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/63738
dc.description.abstractKehamilan yang dialami perempuan sebagai akibat pemerkosaan menimbulkan dampak multidimensional, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun hukum. Kondisi tersebut menuntut adanya perlindungan hukum yang komprehensif dan berperspektif korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap perempuan korban pemerkosaan yang mengalami kehamilan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta hambatan dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pendamping korban kekerasan seksual Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (P2TPAKK) dan pihak Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (BPPA) DIY, serta studi terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum telah diupayakan melalui layanan pendampingan, pemulihan psikologis, dan bantuan hukum. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan regulasi yang spesifik, stigma sosial, serta rendahnya pemahaman aparat dan masyarakat terhadap hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta pendekatan yang berorientasi pada korban.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerlindungan Hukumen_US
dc.subjectPerempuanen_US
dc.subjectKorban Pemerkosaanen_US
dc.subjectKehamilanen_US
dc.subjectDaerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.titlePerlindungan Hukum Terhadap Perempuan yang mengalami Kehamilan Sebagai Korban Pemerkosaan di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record