Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan yang mengalami Kehamilan Sebagai Korban Pemerkosaan di Yogyakarta
Abstract
Kehamilan yang dialami perempuan sebagai akibat pemerkosaan menimbulkan
dampak multidimensional, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun hukum.
Kondisi tersebut menuntut adanya perlindungan hukum yang komprehensif dan
berperspektif korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk
perlindungan hukum terhadap perempuan korban pemerkosaan yang mengalami
kehamilan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta hambatan dalam pelaksanaannya.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
perundang-undangan dan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan
pendamping korban kekerasan seksual Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan
Anak Korban Kekerasan (P2TPAKK) dan pihak Balai Perlindungan Perempuan
dan Anak (BPPA) DIY, serta studi terhadap peraturan perundang-undangan yang
relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum telah
diupayakan melalui layanan pendampingan, pemulihan psikologis, dan bantuan
hukum. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan
regulasi yang spesifik, stigma sosial, serta rendahnya pemahaman aparat dan
masyarakat terhadap hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan
regulasi, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta pendekatan yang berorientasi
pada korban.
Collections
- Law [3500]
