Show simple item record

dc.contributor.authorMusthofa, Adzfar Aziz
dc.date.accessioned2026-06-24T05:59:27Z
dc.date.available2026-06-24T05:59:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63696
dc.description.abstractFondasi berperan penting dalam mendistribusikan beban struktur ke tanah pendukung sehingga stabilitas bangunan sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanah dalam menahan beban tanpa menimbulkan penurunan yang berlebihan. Pada pembangunan Gedung Keuangan Negara Mamuju, Sulawesi Barat, digunakan fondasi eksisting berupa tiang bor dengan diameter 0,6 m dan kedalaman tiang 30 m. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dukung dan penurunan fondasi tiang bor eksisting serta mengevaluasi fondasi tiang pancang sebagai alternatif desain dengan variasi diameter tiang. Variasi diameter yang dianalisis adalah 0,45 m, 0,5 m, dan 0,6 m dengan kedalaman tiang tetap 30 m. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan kapasitas dukung dan penurunan fondasi secara teoritis. Pada fondasi tiang bor digunakan metode Meyerhof (1976) dan Reese & Wright (1977), sedangkan pada fondasi tiang pancang digunakan metode Luciano Decourt (1982) dan Poulos & Davis (1980). Selain itu, analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D untuk mengevaluasi penurunan fondasi dan membandingkannya dengan hasil perhitungan empiris. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas dukung tiang tunggal fondasi tiang bor dengan metode Meyerhof untuk diameter 0,45 m, 0,5 m, dan 0,6 m sebesar 786,485 kN, 963,407 kN, dan 1328,562 kN, sedangkan metode Reese & Wright sebesar 619,660 kN, 716,417 kN, dan 937,124 kN. Pada fondasi tiang pancang, metode Luciano Decourt menghasilkan 869,158 kN, 1067,434 kN, dan 1525,007 kN, sedangkan metode Poulos & Davis sebesar 1167,706 kN, 1284,543 kN, dan 1476,588 kN. Kapasitas dukung kelompok tiang bor sebesar 7045,748 kN, 7670,519 kN, dan 7938,124 kN untuk Meyerhoft, sedangkan 7399,517 kN, 6417,015 kN, dan 5599,291 kN untuk Reese & Wright. Pada tiang pancang metode Luciano Decourt sebesar 6921,229 kN, 7440,873, dan 9111,882 kN, serta metode Poulos & Davis sebesar 9298,606 kN, 8954,300 kN, dan 8822,577 kN. Nilai penurunan terbesar yang diperoleh sebesar 0,054 m pada metode Luciano Decourt untuk tiang pancang, sedangkan hasil analisis numerik menggunakan Plaxis 2D menunjukkan nilai penurunan yang relatif lebih kecil dibandingkan perhitungan empiris. Berdasarkan hasil analisis tersebut, seluruh nilai kapasitas dukung kelompok lebih besar dari beban aksial yang bekerja dan seluruh nilai penurunan masih berada di bawah batas yang diizinkan menurut Vesic (1977) dan SNI 8460:2017, sehingga fondasi dinyatakan aman.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFondasi Tiangen_US
dc.subjectKapasitas Dukung Fondasien_US
dc.subjectPenurunan Fondasien_US
dc.subjectPlaxis 2Den_US
dc.titlePerhitungan Kapasitas Dukung dan Penurunan Fondasi Eksisting Tiang Bor Serta Fondasi Alternatif Tiang Pancang Menggunakan Variasi Dimensi (Studi Kasus: Gedung Keuangan Negara Mamuju)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511048


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record