| dc.description.abstract | Fondasi berperan penting dalam mendistribusikan beban struktur ke tanah pendukung
sehingga stabilitas bangunan sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanah dalam menahan beban
tanpa menimbulkan penurunan yang berlebihan. Pada pembangunan Gedung Keuangan Negara
Mamuju, Sulawesi Barat, digunakan fondasi eksisting berupa tiang bor dengan diameter 0,6 m dan
kedalaman tiang 30 m. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dukung dan penurunan
fondasi tiang bor eksisting serta mengevaluasi fondasi tiang pancang sebagai alternatif desain
dengan variasi diameter tiang. Variasi diameter yang dianalisis adalah 0,45 m, 0,5 m, dan 0,6 m
dengan kedalaman tiang tetap 30 m.
Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan kapasitas dukung dan penurunan
fondasi secara teoritis. Pada fondasi tiang bor digunakan metode Meyerhof (1976) dan Reese &
Wright (1977), sedangkan pada fondasi tiang pancang digunakan metode Luciano Decourt (1982)
dan Poulos & Davis (1980). Selain itu, analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak
Plaxis 2D untuk mengevaluasi penurunan fondasi dan membandingkannya dengan hasil perhitungan
empiris.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas dukung tiang tunggal fondasi tiang bor dengan
metode Meyerhof untuk diameter 0,45 m, 0,5 m, dan 0,6 m sebesar 786,485 kN, 963,407 kN, dan
1328,562 kN, sedangkan metode Reese & Wright sebesar 619,660 kN, 716,417 kN, dan 937,124
kN. Pada fondasi tiang pancang, metode Luciano Decourt menghasilkan 869,158 kN, 1067,434 kN,
dan 1525,007 kN, sedangkan metode Poulos & Davis sebesar 1167,706 kN, 1284,543 kN, dan
1476,588 kN. Kapasitas dukung kelompok tiang bor sebesar 7045,748 kN, 7670,519 kN, dan
7938,124 kN untuk Meyerhoft, sedangkan 7399,517 kN, 6417,015 kN, dan 5599,291 kN untuk
Reese & Wright. Pada tiang pancang metode Luciano Decourt sebesar 6921,229 kN, 7440,873, dan
9111,882 kN, serta metode Poulos & Davis sebesar 9298,606 kN, 8954,300 kN, dan 8822,577 kN.
Nilai penurunan terbesar yang diperoleh sebesar 0,054 m pada metode Luciano Decourt untuk tiang
pancang, sedangkan hasil analisis numerik menggunakan Plaxis 2D menunjukkan nilai penurunan
yang relatif lebih kecil dibandingkan perhitungan empiris. Berdasarkan hasil analisis tersebut,
seluruh nilai kapasitas dukung kelompok lebih besar dari beban aksial yang bekerja dan seluruh nilai
penurunan masih berada di bawah batas yang diizinkan menurut Vesic (1977) dan SNI 8460:2017,
sehingga fondasi dinyatakan aman. | en_US |