• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akibat Hukum Jual Beli Hak Atas Tanah yang tidak dilakukan Balik Nama dan Upaya Hukumnya (Studi Kasus: Jual Beli Hak Atas Tanah Antara Sriyono Dengan Wagiyem dan Sri Sunarti di Bulak Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman Yang Terdampak Proyek Jalan Tol Jogja-Solo)

    Thumbnail
    View/Open
    21410060.pdf (1.515Mb)
    21410060 Bab 1.pdf (315.3Kb)
    21410060 Daftar Pustaka.pdf (285.7Kb)
    Date
    2026
    Author
    Zahro, Fatimatu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sengketa kepemilikan tanah akibat transaksi jual beli hak atas tanah tahun 1997 yang tidak segera ditindaklanjuti dengan proses balik nama. Permasalahan mendesak karena objek tanah di Bulak Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, terdampak proyek Jalan Tol Jogja-Solo. Pembeli (Sriyono) terancam kehilangan hak atas uang ganti rugi karena sertifikat terbit atas nama ahli waris penjual (Sri Munarsih) melalui program PTSL tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan jual beli hak atas tanah tersebut dan menentukan upaya hukum yang tepat bagi pembeli. Rumusan masalahnya yaitu : 1. Bagaimana keabsahan jual beli hak atas tanah yang dilakukan Sriyono dengan Wagiyem dan Sri Sunarti pada tahun 1997, sedangkan kepemilikan tanah tersebut justru turun kepada Sri Munarsih pada tahun 2018 akibat PTSL? 2. Apa upaya hukum yang dapat ditempuh oleh Sriyono untuk membatalkan hak kepemilikan tanah atas nama Sri Munarsih tersebut?. Metodologi penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen dan studi pustaka. Studi pustaka terhadap putusan pengadilan, literatur hukum, jurnal, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi jual beli hak atas tanah tahun 1997 sah secara materiil berdasarkan hukum adat, namun lemah secara administrasi. Gugatan sebelumnya dinyatakan tidak dapat diterima (NO) karena cacat formil berupa kurang pihak dan gugatan kabur. Upaya hukum yang dapat ditempuh adalah mengajukan gugatan baru dengan menarik seluruh ahli waris penjual serta menyelaraskan dalil posita dan petitum agar sengketa dapat diputus secara materiil guna memperoleh kepastian hak atas ganti rugi lahan tol.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63604
    Collections
    • Law [3500]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV