Apresiasi Masyarakat Daerah terhadap Program Televisi Lokal (Studi Pada Warga Dusun Mangkubumen, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali terhadap Program Terang Abadi Televisi (TATV) Surakarta Tahun 2009)
Abstract
Undang-Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 belum sepenuhnya dilaksanakan. Televisi lokal sebagai televisi daerah dianggap kalah bersaing dengan televisi nasional. Terang Abadi Televisi (TATV) sebagai televisi lokal harus ikut bersaing dengan televisi nasional. Lokalitas dan budaya yang menjadi kekuatan TATV, tidak serta-merta dapat menarik perhatian penonton. Pengelola TATV perlu mengetahui apresiasi penonton dan faktor apa saja yang mempengaruhi, untuk membuat tayangan yang menarik perhatian penonton dan pengiklan. Penelitian ini didasarkan pada paradigma konstruktivisme perkembangan televisi lokal, dengan menggunakan teori uses and gratification serta teori apresiasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi Dusun Mangkubumen, Tegalrejo, Sawit, Boyolali, dengan jumlah sampel yang digunakan 84 orang. Apresiasi warga Dusun Mangkubumen dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman warga terhadap program TATV hanya sebatas pada program yang disukai. Tahapan penikmatan warga dilakukan secara sekilas dan bentuk penghargaan warga hanya menonton program yang disukai saja. Program hiburan merupakan program favorit di TATV seperti acara Jelajah Wisata, Nyampur Sari Live dan Kriing Ndangdutan. Faktor pendukung apresiasi adalah budaya dan lokalitas yang dimuat dalam bentuk acara atupun bahasa yang digunakan. Faktor penghambat apresiasi utama adalah persaingan dengan televisi swasta nasional. Selain itu lebih pada faktor teknis seperti, kemasan acara yang kurang menarik, gambar dan pengisi acara yang kurang terkenal.
Collections
- Communication [1443]
