Representasi Rasisme dalam Serial Anime “Attack On Titan” (Interpretasi Permasalahan Rasisme dalam Realitas Sosial)
Abstract
Penelitian ini membahas representasi rasisme dalam serial anime Attack on Titan menggunakan
pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengkaji tanda-tanda rasisme yang muncul
pada serial tersebut. Kuatnya unsur rasisme dalam serial ini menjadi daya tarik peneliti untuk
meneliti rasisme dalam serial ini. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana
bentuk-bentuk rasisme dalam serial anime Attack on Titan dengan tujuan untuk mengetahui
penggambaran dan pemaknaan bentuk-bentuk rasisme dalam serial anime Attack on Titan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika
model Charles Sanders Peirce, dimana peneliti mengambil delapan episode dari empat musim
sebagai sampel penelitian untuk mengkaji tanda-tanda rasisme. Hasil penelitian peneliti
menunjukkan bahwa rasisme institusional muncul lebih banyak daripada bentuk lain sebanyak
tiga episode, secara umum peneliti menyimpulkan bahwa rasisme yang terjadi pada serial Attack
on Titan disebabkan oleh adanya keterlibatan pemerintah dalam kasus-kasus rasisme, terdapat
lima episode yang menunjukkan secara implisit maupun eksplisit adanya keterlibatan
pemerintah dalam permasalahan rasisme yaitu episode enam musim kedua, episode 15 dan 20
musim ketiga, episode satu dan dua musim keempat, di mana rasa superior, kecurigaan, dan
dendam akibat konflik masa lalu menjadi latar belakang pemerintah Marley melakukan
diskriminasi terhadap ras Eldia. Hal ini menjadi representasi dari realitas sosial seperti fenomena
Islamophobia yang dipengaruhi oleh konflik agama dan keterlibatan pemerintah di dunia nyata.
Collections
- Communication [1443]
