Representasi Budaya Patriarki Terhadap Bias Gender pada Kaum Perempuan Dalam Film Yuni (2021)
Abstract
Film adalah bagian dari media massa modern dan budaya populer, yang menyampaikan
pesan melalui cerita yang lahir dari pemikiran manusia, mirip dengan bahasa. Film juga berfungsi
sebagai representasi dan partisipasi, menyoroti isu-isu sosial dan budaya yang dihadirkan kepada
penonton, salah satunya terkait gambaran tentang budaya patriarki. Budaya patriarki adalah sebuah
sistem sosial yang menempatkan posisi laki-laki lebih tinggi atau dominan dibandingkan
perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Dominasi budaya
patriarki yang telah berlangsung sejak lama ini menyebabkan ketimpangan dan ketidakadilan
gender yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Film Yuni (2021), mengisahkan seorang
perempuan bernama Yuni yang berusaha melawan budaya patriarki di desanya. Film ini menjadi
fokus penelitian yang bertujuan mendeskripsikan budaya patriarki dan bias gender terhadap
perempuan yang ada dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif
dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang menemukan tanda, penanda serta
petanda. Objek penelitian terdiri dari 10 scene film Yuni (2021). Hasil dari penelitian ini, peneliti
menemukan adanya beberapa bentuk budaya patriarki dalam kehidupan sosial pada film Yuni
(2021) meliputi, deskriminasi terhadap perempuan dalam pendidikan, diskriminasi terhadap
perempuan yang menentang norma patriarki, kontrol perempuan dalam pengambilan keputusan,
kontrol perempuan dalam seksualitas dan reproduksi, budaya patriarki mendorong kekerasan
terhadap gender, dan beban kerja ganda dalam budaya patriarki, perempuan sebagai Komoditas.
Collections
- Communication [1460]
