Fanatisme Penggemar Stray Kids Pada Komunitas Stay Jogja
Abstract
Stray Kids merupakan idol generasi empat pertama yang menjadi Double
Million Sellers, masuk Top20 album paling banyak di pre-order sepanjang masa.
Keterlibatan Stray Kids dalam memproduksi lagu sendiri memberikan ikatan yang
kuat antara idola dan penggemar. Dalam perkembangannya, ekspresi kecintaan
penggemar terhadap idola dapat berkembang menjadi perilaku fanatisme. Peilaku
fanatisme bisa dalam bentuk kritik, opini negatif atau perbandingan grup lain. Hal
ini memicu respon seperti pelaporan di media sosial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi terhadap lima
narasumber yang tergabung dalam STAY Jogja dengan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anggota STAY Jogja berada
pada kategori penggemar berdedikasi dan penggemar setia. Mereka rela mengubah
gaya hidup untuk menyesuaikan waktu dan aktivitas dengan kegiatan fandom,
seperti mengikuti jadwal comeback, menonton konten, serta aktif mengikuti
streaming party di platform digital. Hasil penelitian juga menunjukkan, gambaran
fanatisme STAY Jogja perilaku fanatisme yang lebih dominan pada STAY Jogja
adalah dominan pada fanatisme yang berfokus pada dorongan untuk memiliki.
Dorongan untuk memiliki ini dilakukan dengan mengumpulkan barang-barang
yang berhubungan pada Stray Kids. Aktivitas ini mencakup pembelian album fisik,
photocard, merchandise resmi maupun tidak resmi, lightstick, poster, hingga
berbagai produk kolaborasi yang melibatkan Stray Kids sebagai brand ambassador.
Collections
- Communication [1460]
