• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penetapan Ganti Rugi Korban Sebagai Syarat Perdamaian dalam Penyelesaian Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Tegal

    Thumbnail
    View/Open
    21410040.pdf (2.325Mb)
    21410040 Bab 1.pdf (703.2Kb)
    21410040 Daftar Pustaka.pdf (359.1Kb)
    Date
    2026
    Author
    Aulya, Firyal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji penetapan ganti rugi bagi korban sebagai syarat penting dalam penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas melalui mekanisme perdamaian di Polres Tegal, dengan tujuan menganalisis penentuan besaran ganti rugi serta mengidentifikasi hambatan yang menghalangi terwujudnya keadilan substantif bagi korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris yang meliputi statute approach, conceptual approach, case approach, dan pendekatan sosiologis, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dengan korban dan aparat kepolisian serta data sekunder melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan besaran ganti rugi masih bersifat negosiasional tanpa standar baku, sehingga sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi pelaku dan urgensi korban, sementara proses mediasi tetap berlangsung tanpa pedoman normatif yang jelas meskipun penyidik meminta bukti kerugian. Berdasarkan teori penegakan hukum Soerjono Soekanto, hambatan utama meliputi faktor hukum berupa kekosongan regulasi mengenai standar ganti rugi, faktor penegak hukum terkait profesionalitas dan penggunaan diskresi kepolisian, serta faktor masyarakat berupa rendahnya pemahaman hukum korban, yang mengakibatkan nilai ganti rugi sering tidak mencerminkan kerugian riil korban, menimbulkan ketimpangan posisi tawar, dan belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan restoratif, perlindungan korban, serta kepastian hukum sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 dan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63233
    Collections
    • Law [3503]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV