| dc.description.abstract | Balita merupakan suatu kelompok dengan resiko tinggi terhadap terjadinya
permasalahan gizi. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa
permasalahan gizi pada balita diperkirakan mencapai 165 juta, Indonesia termasuk
kedalam negara dengan tingkat stunting karena gizi buruk. Hasil Survey Status Gizi
Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia sebesar
21,6% dengan Provinsi Jawa Timur memasuki prevalensi stunting urutan kedua
tertinggi setelah Provinsi Jawa Barat. Banyak faktor yang memengaruhi stunting,
oleh karena itu perlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang
berpengaruh nyata terhadap kasus prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur yang
nantinya dapat digunakan dalam penentuan kebijakan dalam penangan kasus
stunting. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Geographically
Weighted Regression (GWR) serta menggunakan fungsi pembobot Fixed Gaussian
Kernel dan Fixed Tricube Kernel. Dari hasil pemodelan GWR didapatkan 38 model
untuk setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan nilai AIC
yang terkecil pada tahun 2021 ditunjukkan model GWR dengan menggunakan
fungsi pembobot Fixed Tricube Kernel dan untuk tahun 2023 menggunakan fungsi
pembobot Fixed Gaussian Kernel dengan faktor yang memengaruhi prevalensi
balita stunting di Provinsi Jawa Timur tahun 2021 berdasarkan pengujian parameter
secara parsial ialah Imunisasi Dasar Lengkap (X4) dan Akses Rumah Tangga Terhadap Sanitasi Layak (X6). Sedangkan untuk tahun 2023 ialah Berat Bayi Lahir Rendah (X2), Inisiasi Menyusui Dini (X3) dan Imunisasi Dasar Lengkap (X4). | en_US |