| dc.description.abstract | Pondasi tiang berfungsi menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah yang lebih dalam dan
memiliki daya dukung yang memadai. Selain memenuhi persyaratan daya dukung, perencanaan
pondasi juga harus memperhatikan besarnya penurunan agar kinerja struktur tetap berada dalam
batas yang diizinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan daya dukung
serta penurunan pondasi tiang bor dan pondasi tiang pancang berdasarkan data Standard Penetration
Test (SPT) pada proyek pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi 2 Paket
2.2 B titik P45.
Metode penelitian meliputi analisis daya dukung dan penurunan pondasi berdasarkan data
SPT yang telah dikoreksi menjadi N60. Analisis daya dukung pondasi tiang bor dilakukan
menggunakan metode Reese and Wright dan Meyerhof, sedangkan pondasi tiang pancang dianalisis
menggunakan metode Meyerhof dan Luciano Decourt. Analisis penurunan dilakukan pada kondisi
tiang tunggal dan tiang kelompok dengan menggunakan metode empiris serta pemodelan numerik
menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D. Variasi diameter tiang yang ditinjau adalah 1,2 m, 1,0
m, dan 0,8 m dengan jumlah tiang yang disesuaikan pada setiap konfigurasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh konfigurasi pondasi tiang kelompok telah
memenuhi beban aksial struktur sebesar 6496,403 ton. Pada diameter 1,2 m dengan 21 tiang, daya
dukung pondasi tiang bor sebesar 12319,375 ton menurut metode Reese and Wright dan 26196,447
ton menurut metode Meyerhof, sedangkan pondasi tiang pancang menghasilkan daya dukung
sebesar 26203,066 ton (Meyerhof) dan 20.480,711 ton (Luciano Decourt), dengan hasil uji PDA
pada tiang bor sebesar 12527,171 ton yang mendekati metode Reese and Wright. Penurunan tiang
tunggal pada pondasi tiang bor tercatat sebesar 1,64 cm, 1,87 cm, dan 1,86 cm untuk diameter 1,2
m, 1,0 m, dan 0,8 m, sedangkan pada pondasi tiang pancang sebesar 1,54 cm, 1,68 cm, dan 1,62 cm
pada diameter yang sama. Pada pondasi tiang kelompok, metode empiris menghasilkan penurunan
pada tiang bor sebesar 4,24 cm, 5,29 cm, dan 5,87 cm, sementara hasil PLAXIS 2D sebesar 3,672
cm, 3,672 cm, dan 6,841 cm, sedangkan pada pondasi tiang pancang diperoleh penurunan empiris
sebesar 3,99 cm, 4,74 cm, dan 5,12 cm, serta hasil PLAXIS 2D sebesar 3,656 cm, 3,654 cm, dan
6,779 cm, yang seluruhnya masih berada dalam batas penurunan yang dapat diterima untuk
mendukung kinerja struktur. Pondasi tiang pancang umumnya menghasilkan daya dukung yang
lebih besar dan penurunan yang lebih kecil dibandingkan pondasi tiang bor karena proses
pemancangan meningkatkan kepadatan tanah dan kekakuan sistem pondasi. Namun demikian,
pondasi tiang bor menunjukkan kesesuaian yang lebih baik terhadap hasil uji lapangan (PDA),
sehingga dinilai lebih merepresentasikan kondisi aktual tanah di lokasi penelitian. | en_US |