Show simple item record

dc.contributor.authorFitriananda, Hezka
dc.date.accessioned2026-05-23T07:03:02Z
dc.date.available2026-05-23T07:03:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62949
dc.description.abstractPada peniltian ini yang menjadi latar belakang yaitu Akau Potong Lembu sebagai salah satu destinasi sejak 1959 yang menggabungkan nilai budaya Melayu - Tionghoa, ekonomi, dan pariwisata. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis strategi komunikasi pembangunan wisata kuliner Akau Potong Lembu di Kota Tanjungpinang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam yang mewawancarai 15 narasumber yang berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tanjungpinang, beberapa pedagang dan pembeli, observasi lapangan di Akau Potong Lembu, serta studi dokumentasi yang berasal dari pemerintah dan stakeholders. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal meliputi komunikasi interpersonal, penyuluhan publik, pemanfaatan media sosial, serta kerja sama lintas instansi. Strategi tersebut berperan dalam membangun citra positif destinasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas jangkauan promosi. Namun, ditemukan pula hambatan seperti kurangnya koordinasi antarpihak, keterbatasan fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Secara keseluruhan, penelitian ini merujuk pada teori partisipatif oleh Arnstain yang pada tahap pra-revitalisasi terletak pada tahap perencanaan revitalisasi berada dalam tingkat partisipasi masyarakat berada dalam tingkat derajat semu (degree of tokenism) tahap informasi (informing) namun pada tahap pelaksanaan hingga akhir revitalisasi berubah menjadi tingkat partisipasi masyarakat berada dalam tingkat kekuatan masyarakat (degree of citizen control) tahap kerja sama (partnership). Pemerintah mendengarkan aspirasi dan memberikan solusi atas kekahawatiran para pelaku usaha. Sehingga menghasilkan strategi komunikasi yang terencana, partisipatif, dan adaptif menjadi faktor kunci dalam pengembangan wisata kuliner Akau Potong Lembu sebagai ikon wisata Kota Tanjungpinang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStrategi Komunikasi Pembangunanen_US
dc.subjectWisata Kulineren_US
dc.subjectAkau Potong Lembuen_US
dc.subjectTanjungpinangen_US
dc.titleStrategi Komunikasi Pembangunan Wisata Kuliner Akau Potong Lembu Kota Tanjungpinangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321288


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record