• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Medicine
    • Journal Article / Artikel Jurnal
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Medicine
    • Journal Article / Artikel Jurnal
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA MENCIT GALUR DDY

    Thumbnail
    View/Open
    FJR-Semnas madani lestari 2011-ok.pdf (5.851Mb)
    Date
    2011-12-17
    Author
    Juliantina Rachmawaty, Farida
    Nahdliyyah, Qonitatun
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penggunaan bahan a/am, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya slogan back to nature. Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka Indonesia. Beberapa peneliti Ielah melakukan penelitian secara ilmiah mengenai manfaatnya. Agar diketahui batas keamanannya maka perlu dilakukan uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LD50 minyak atsiri daun sirih merah serta mengkaji kondisi histopatologis hati, ginjal dan lambung setelah pengujian. Mencit galur DD Y sebanyak 70 ekor dibagi menjadi 7 kelompok. Tiap kelompok 10 ekor terdiri atas 5 jantan dan 5 betina. Kelompok I diberi dosis 10,20 mglkgBB, kelompok II diberi dosis 66,10 mg/kgBB, kelompok III diberi dosis 428,43 mg/kgBB, kelompok IV diberi dosis 2777,10 mg/kgBB, Kelompok V diberi dosis 18000,00 mg/kgBB, kelompok VI diberi dosis isoniazid 56,10/kgBB (sebagai kontrol obat antituberkulosis standar), kelompok VII diberi aquades. Semua mencit diamati ada tidaknya kematian pada 24 jam pertama. Selanjutnya mencit yang masih hidup dilanjutkan pengamatan hingga 1 minggu. Hasil· diana/isis dengan cara aritmatik menurut Karber. Kemudian dilakukan nekropsi, diambil organ hati, ginjal dan lambung untuk pemeriksaan histopatologisnya. Pada pengamatan 24 jam pertama, kelompok V yaitu kelompok dengan dosis tertinggi, semua mencit mati, sementara kelompok IV terdapat 1 ekor mencit betina yang mati, selebihnya hidup hingga akhir pengamatan. Dari perhitungan aritmatik menurut Karber LDso minyak atsiri daun sirih merah pada dosis 9509,97 mg/kgBB atau 9,51 g/kgBB. Setelah dicocokkan dengan tabel batas keamanan obat diketahui bahwa minyak atsiri daun sirih merah termasuk dalam kategori tidak toksik (5-15 glkgBB). Berdasarkan pemeriksaan hasil histopatologis tidak ada kelainan patologis pada semua pemeriksaan ginjal dan lambung. Sementara pada hati kelainan patologis terdapat pada dosis tertinggi yaitu terjadi degenerasi melemak. Hasil uji toksisitas akut minyak atsiri daun sirih merah memiliki LDso 9,51 g/kgBB. Dengan demikian aman untuk dikonsumsi hingga lebih 1 OOx dosis terapi. Pada dosis itu tidak dipero/eh kelainan pato/ogis pada pemeriksaan ginja/, hati dan lambung.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6252
    Collections
    • Journal Article / Artikel Jurnal [1]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV