| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi karena berada di
pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Gempa bumi ini terjadi hampir seluruh
wilayah di Indonesia dengan kedalaman dan kekuatan yang berbeda-beda.
Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi mengelompokkan lokasi gempa bumi di
Indonesia pada periode 2015–2024 menggunakan metode clustering K-Means dan
Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) 3
Dimensi, serta mengevaluasi hasilnya berdasarkan kedalaman dan kekuatan gempa
untuk mengetahui wilayah rawan gempa. Metode DBSCAN menghasilkan 3
cluster utama dan satu noise. Cluster 1 hasil DBSCAN menjadi cluster terbesar
dengan gempa yang didominasi oleh kedalaman dangkal dan magnitude sedang,
sehingga wilayah cluster 1 dikategorikan sebagai rawan gempa tinggi. Di sisi
lain. Metode K-Means menghasilkan 3 cluster. Cluster 2 hasil K-Means mencakup
gempa dangkal dan kuat, sehingga wilayah cluster 2 dikategorikan sebagai rawan
gempa tinggi. Evaluasi menggunakan Silhouette Coefficient dan Davies–Bouldin
Index, metode K-Means (0,6906997 ; 0,6952476) menunjukkan performa
clustering yang lebih baik dibandingkan DBSCAN (0,5689777 ; 1,0347859).
Namun, berdasarkan Dunn Index, DBSCAN (0,0219992) memiliki kemampuan
pemisahan antar cluster yang lebih baik dibandingkan K-Means (0,0016850). Oleh
karena itu, algoritma K-Means dinilai lebih baik dalam mengidentifikasi wilayah
rawan gempa bumi di Indonesia tahun 2015-2024 dibandingkan dengan DBSCAN.
Secara keseluruhan, hasil clustering ini memberikan informasi penting dalam
mengidentifikasi wilayah rawan gempa, sehingga dapat dijadikan dasar dalam
perencanaan mitigasi bencana di Indonesia. | en_US |