• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Metode K-means dan Dbscan 3 Dimensi untuk Identifikasi Wilayah Rawan Gempa di Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    21611068.pdf (1.909Mb)
    Date
    2026
    Author
    Mulyadewi, Chiqita Audya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Gempa bumi ini terjadi hampir seluruh wilayah di Indonesia dengan kedalaman dan kekuatan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi mengelompokkan lokasi gempa bumi di Indonesia pada periode 2015–2024 menggunakan metode clustering K-Means dan Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) 3 Dimensi, serta mengevaluasi hasilnya berdasarkan kedalaman dan kekuatan gempa untuk mengetahui wilayah rawan gempa. Metode DBSCAN menghasilkan 3 cluster utama dan satu noise. Cluster 1 hasil DBSCAN menjadi cluster terbesar dengan gempa yang didominasi oleh kedalaman dangkal dan magnitude sedang, sehingga wilayah cluster 1 dikategorikan sebagai rawan gempa tinggi. Di sisi lain. Metode K-Means menghasilkan 3 cluster. Cluster 2 hasil K-Means mencakup gempa dangkal dan kuat, sehingga wilayah cluster 2 dikategorikan sebagai rawan gempa tinggi. Evaluasi menggunakan Silhouette Coefficient dan Davies–Bouldin Index, metode K-Means (0,6906997 ; 0,6952476) menunjukkan performa clustering yang lebih baik dibandingkan DBSCAN (0,5689777 ; 1,0347859). Namun, berdasarkan Dunn Index, DBSCAN (0,0219992) memiliki kemampuan pemisahan antar cluster yang lebih baik dibandingkan K-Means (0,0016850). Oleh karena itu, algoritma K-Means dinilai lebih baik dalam mengidentifikasi wilayah rawan gempa bumi di Indonesia tahun 2015-2024 dibandingkan dengan DBSCAN. Secara keseluruhan, hasil clustering ini memberikan informasi penting dalam mengidentifikasi wilayah rawan gempa, sehingga dapat dijadikan dasar dalam perencanaan mitigasi bencana di Indonesia.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62450
    Collections
    • Statistics [1217]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV