• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Management
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Management
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Kinerja Bisnis dan Dinamika Struktur Keuangan pada Neuversity School of Software Engineering

    Thumbnail
    View/Open
    23911078.pdf (1.809Mb)
    Date
    2026
    Author
    Amani, Syauqi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan ekonomi digital nasional menuntut ketersediaan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi (TI) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan kerja yang selaras dengan kebutuhan industri. Namun demikian, Indonesia masih menghadapi kesenjangan struktural antara permintaan dan pasokan talenta digital. Kondisi ini menciptakan peluang strategis bagi lembaga pendidikan nonformal berbasis teknologi, sekaligus menuntut pengelolaan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Neuversity School of Software Engineering hadir sebagai entitas pendidikan berbasis praktik yang mengintegrasikan fungsi pembelajaran dengan aktivitas bisnis jasa pengembangan perangkat lunak. Neuversity didirikan pada tahun 2022 sebagai lembaga nirlaba di bawah naungan yayasan dengan tujuan awal sebagai laboratorium sosial untuk validasi kurikulum. Sejak awal, Neuversity mengadopsi dual business model yang mengombinasikan layanan pendidikan (coding school) dan jasa software house. Namun, penghentian dukungan hibah operasional dari mitra strategis pada akhir tahun 2023 menjadi titik balik penting yang memaksa Neuversity melakukan transformasi fundamental. Perusahaan tidak lagi dapat bergantung pada pendanaan eksternal, sehingga bertransformasi menjadi entitas bisnis berorientasi profit di bawah PT Tiyasan Nusantara Teknologi. Transformasi ini mencakup pergeseran paradigma pengelolaan bisnis dari orientasi sosial menuju orientasi efisiensi dan kemandirian finansial melalui strategi Financial Bootstrapping. Praktik bisnis ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Neuversity secara komprehensif dari aspek pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan keuangan. Fokus utama analisis diarahkan pada dinamika struktur keuangan dalam menghadapi volatilitas pendapatan berbasis proyek (project-driven volatility), serta efektivitas kebijakan pengumpulan piutang dalam menjaga stabilitas arus kas. Dari perspektif pemasaran, hasil analisis menunjukkan bahwa Neuversity berhasil melakukan strategic pivot dari dominasi segmen ritel (B2C) menuju penguatan segmen korporasi (B2B). Pada Triwulan III tahun 2025, realisasi pendapatan melampaui target secara signifikan berkat perolehan proyek strategis "Sistem Core Banking" pada bulan September. Keberhasilan ini dicapai melalui strategi pemasaran berbasis kepercayaan (trust-based marketing) dengan biaya akuisisi pelanggan yang sangat rendah, membuktikan efisiensi tinggi dalam penggunaan modal pemasaran. Pada aspek operasional dan sumber daya manusia, Neuversity menerapkan restrukturisasi kebijakan kompensasi dengan menggeser struktur biaya menuju skema berbasis kinerja (performance-based compensation). Analisis cost behavior membuktikan keberhasilan strategi ini, di mana pada saat pendapatan menurun di bulan Oktober (low season), biaya operasional perusahaan mampu terpangkas secara otomatis sebesar 56,6%. Fleksibilitas struktur biaya ini menghindarkan perusahaan dari risiko kerugian biaya tetap (fixed cost trap) dan mendukung prinsip lean operation. Analisis aspek keuangan menunjukkan bahwa penerapan strategi financial bootstrapping memberikan dampak positif terhadap kemandirian modal. Data neraca memperlihatkan bahwa struktur modal perusahaan didominasi oleh pendanaan internal dan pemanfaatan spontaneous financing (liabilitas operasional tanpa bunga) dengan rasio mencapai 18,1% dari total aset. Hal ini mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam membiayai operasionalnya secara mandiri tanpa ketergantungan pada utang berbunga. Namun demikian, analisis arus kas mengungkapkan tantangan krusial berupa fenomena "Profit Rich, Cash Poor". Meskipun mencatat laba akuntansi yang tinggi, perusahaan menghadapi tekanan likuiditas riil akibat rendahnya efektivitas penagihan. Tingkat penagihan (Collection Rate) tercatat hanya sebesar 44,5%, yang berarti lebih dari separuh pendapatan masih tertahan dalam bentuk piutang usaha. Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksinkronan antara pengakuan pendapatan dan penerimaan kas pada proyek berskala besar. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi strategis difokuskan pada penguatan disiplin likuiditas. Manajemen disarankan untuk merestrukturisasi kebijakan termin pembayaran klien korporasi dengan mewajibkan Uang Muka (Down Payment) minimal 30–50%, serta mengimplementasikan sistem monitoring piutang berbasis ERP untuk memperpendek siklus konversi kas. Secara keseluruhan, praktik bisnis ini menyimpulkan bahwa transformasi Neuversity telah berjalan efektif, namun keberlanjutan jangka panjangnya sangat bergantung pada kemampuan menyeimbangkan pertumbuhan profitabilitas dengan stabilitas arus kas operasional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62348
    Collections
    • Master of Management [550]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV