• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tanggung Jawab Satuan Pendidikan dalam memberikan Layanan Pendidikan Kepada Anak yang telah Menikah di Kabupaten Ponorogo

    Thumbnail
    View/Open
    21410842.pdf (2.103Mb)
    21410842 Bab 1.pdf (529.3Kb)
    21410842 Daftar Pustaka.pdf (543.1Kb)
    Date
    2025
    Author
    Salsabila, Della Carissa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tanggung jawab dan kebijakan satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak yang telah menikah di Kabupaten Ponorogo, serta mengkaji dan menganalisis status dewasa secara hukum akibat perkawinan dapat menghapus hak seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Permasalahan yang dikaji dan dianalisis yaitu bagaimana tanggung jawab dan kebijakan satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak yang telah menikah di Kabupaten Ponorogo, serta apakah status dewasa secara hukum akibat perkawinan menghapus hak seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang- undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama, Satuan Pendidikan tidak bertanggung jawab dalam memenuhi hak pendidikan anak yang telah menikah di Kabupaten Ponorogo. Hal ini didasari dari kasus yang terjadi pada NW, bahwa NW mengundurkan diri dari sekolah dengan alasan ekonomi, namun pada realitanya NW mengundurkan diri dari sekolah karena hamil. Dapat dilihat satuan pendidikan dalam kasus ini lalai untuk mengevaluasi lebih lanjut terkait alasan NW mengundurkan diri dari sekolah, sehingga hak pendidikannya menjadi terhenti. Kedua, perkawinan pada dasarnya mengubah status hukum seseorang menjadi dewasa, termasuk pernikahan anak dibawah umur, sehingga berimplikasi terhadap segala keputusan, tindakan, maupun permasalahan yang timbul setelah perkawinan menjadi tanggung jawab pribadi pasangan yang menikah. Namun, perubahan status hukum akibat perkawinan tidak dapat menghapus hak pendidikan, karena hak pendidikan bersifat konstitusional dan tetap melekat pada setiap warga negara, termasuk pada anak yang menikah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62239
    Collections
    • Law [3440]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV