Wtlg (We’re The Lost Generation): Penciptaan Lagu Pop House Mengangkat Isu Quarter-Life Crisis
Abstract
Generasi Z saat ini dihadapkan pada fase ketidakpastian psikologis yang dikenal
sebagai Quarter-Life Crisis, ditandai dengan kebingungan identitas, tekanan finansial, dan
kecemasan akan masa depan. Fenomena ini seringkali diperparah oleh paparan media sosial
yang menciptakan perasaan kolektif "tersesat" atau terjebak. Namun, minimnya media
komunikasi yang mampu mengartikulasikan keresahan ini dengan bahasa yang relevan bagi
kultur anak muda menjadi kesenjangan tersendiri. Tugas Akhir ini bertujuan untuk
menciptakan sebuah medium komunikasi ekspresif berupa lagu bergenre Pop House yang
berjudul "Wtlg" (We're The Lost Generation). Tujuannya adalah mengubah narasi kecemasan
tersebut menjadi representasi suara Generasi Z yang jujur dan optimis. Metode penciptaan
karya menggunakan pendekatan Practice-led Research dengan landasan Teori Komunikasi
Ekspresif dan Teori Quarter-Life Crisis. Proses produksi audio dilakukan secara digital (Home
Recording) memanfaatkan perangkat lunak FL Studio, menggabungkan lirik yang satir dengan
aransemen Pop House yang upbeat. Secara visual, cover art dirancang menggunakan semiotika
warna kuning dan biru untuk menyimbolkan dualitas "peringatan" (caution) dan "melankolia".
Hasil dari proyek ini adalah sebuah produk budaya populer yang tidak hanya berfungsi sebagai
hiburan, tetapi juga sebagai pembawa pesan, di mana peleburan beat dinamis dan lirik reflektif
sukses "menghidupkan" emosi audiens. Karya ini menyimpulkan bahwa musik Pop House
merupakan solusi kreatif yang strategis untuk menyuarakan ketidakpastian Gen Z, mengubah
rasa keterpurukan menjadi semangat untuk bertahan hidup.
Collections
- Communication [1420]
