Show simple item record

dc.contributor.authorAz Zahra, Annisa
dc.date.accessioned2026-05-07T02:51:07Z
dc.date.available2026-05-07T02:51:07Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62127
dc.description.abstractSengketa perjanjian jual beli tanah kerap muncul akibat kelalaian pembeli dalam melunasi kewajiban pembayaran. Penelitian ini mengkaji implikasi hukum atas perjanjian jual beli tanah yang tidak terlaksana berdasarkan studi kasus Putusan Nomor 139/Pdt.G/2016/PN.Smn, dengan permasalahan yaitu bagaimana keabsahan perjanjian jual beli tanah? dan bagaimana perlindungan hukum pihak penjual terhadap pihak pembeli yang beriktikad tidak baik dalam perjanjian jual beli tanah? Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan kasus, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder yang terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan tersier dan mengumpulkan data penelitian menggunakan Studi Pustaka, serta Analisa data penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli tanah antara Paulina dan Sersanta sah dan mengikat secara hukum. serta perlindungan bagi penjual dari pembeli yang beriktikad tidak baik, pembeli dapat dikenai sanksi hukum berupa ganti rugi, pembatalan perjanjian dan pengosongan objek jual beli, penjual berhak memperoleh pemulihan kepemilikan hukum atas objek tanah yang diperjualbelikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIktikad Tidak Baiken_US
dc.subjectJual Beli Tanahen_US
dc.subjectPerlindungan Hukumen_US
dc.titlePerlindungan Hukum Penjual dari Pembeli yang Beriktikad Tidak Baik Dalam Jual Beli Tanah (Studi Kasus Putusan Nomor: 139/Pdt.G/2016/PN.Smn)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410296


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record