| dc.description.abstract | Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berdasarkan data U.S Fire Administration’s (USF’A), selama 2009 – 2013 diperkirakan 37.000 kebakaran di sektor industri (termasuk utilitas, pertahanan, pertanian, dan pertambangan) dilaporkan ke departemen pemadam kebakaran AS setiap tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya kasus kebakaran pada sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan manajemen kebakaran dan melakukan pemetaan risiko kebakaran di PT X Kabupaten Sleman. Analisis hasil dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis seberapa siap perusahaan dalam manajemen penanggulangan kebakaran di PT X Sleman. Penelitian ini menggunakan 2 jenis data yaitu primer dan sekunder. Adapun kriteria untuk penilaian manajemen kebakaran meliputi Alat Pemadam Api Rringan (APAR), Standar Operasional Prosedur (SOP), jalur evakuasi, hidran, alarm, pintu darurat, pendidikan dan pelatihan tanggap darurat, dan unit penanggulangan kebakaran. Untuk pemetaan risiko kebakaran menggunakan tabel National Patient Safety Agency. Hasil menunjukkan manajemen penanggulangan kebakaran masih belum maksimal. Dari data yang didapat, manajemen penanggulangan kebakaran pada PT X memiliki 3 kategori Baik (B) meliputi APAR (82%) , standar operasional prosedur(100%), dan jalur evakuasi (100%); 5 kategori Kurang (K) meliputi hydrant (0%), alarm 0%, pintu darurat (0%), Pendidikan dan latihan tanggap darurat (33%), unit Penanggulangan Kebakaran (25%). Pemetaan risiko kebakaran PT X memiliki 3 tempat yang berisiko cukup tinggi, 7 tempat berisiko sedang dan 10 tempat berisiko rendah. | en_US |