Show simple item record

dc.contributor.authorAnggoro, Novada Dwiki
dc.date.accessioned2026-04-16T02:15:45Z
dc.date.available2026-04-16T02:15:45Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61587
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi parasosial terbentuk dalam live streaming YouTube Jonathan Liandi, seorang kreator konten populer di Indonesia. Interaksi parasosial dipahami sebagai hubungan semu antara audiens dan figur media yang bersifat satu arah, sebagaimana dijelaskan dalam teori interaksi parasosial oleh Horton dan Wohl (1956). Teori ini menjelaskan bahwa audiens dapat merasakan kedekatan emosional dengan figur media meskipun tidak terjadi interaksi langsung di dunia nyata. Untuk menelaah fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi berbasis teori Encoding/Decoding Stuart Hall (1973), yang memadukan studi terhadap isi media dan respons audiens dalam konteks interaksi parasosial. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap sesi live streaming, analisis konten komentar dan live chat, serta wawancara mendalam dengan enam (6) partisipan aktif yang merupakan penonton tetap kanal Jonathan Liandi. Teknik pengambilan informan dilakukan dengan metode snowball sampling untuk memperoleh data yang lebih kaya dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial terbentuk melalui empat dimensi utama, yaitu intensitas informasi, pengaruh emosional, personalisasi, dan pemanfaatan perangkat teknis (technical device). Berdasarkan analisis teori Stuart Hall, audiens menempati tiga posisi pemaknaan, yakni dominant-hegemonic, di mana audiens menerima pesan sebagaimana dimaksud kreator; negotiated, di mana audiens menyesuaikan makna sesuai konteks pribadi; dan oppositional, di mana audiens memahami namun menolak sebagian pesan kreator. Selain itu, struktur produksi media yang mencakup technical infrastructure, relations of production, dan frameworks of knowledge juga berperan penting dalam proses decoding audiens. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi parasosial pada kanal YouTube Jonathan Liandi tidak hanya membangun kedekatan emosional, tetapi juga menumbuhkan loyalitas audiens, yang tampak dari dukungan finansial melalui fitur donasi, keikutsertaan dalam komunitas, serta persepsi kedekatan personal terhadap kreator. Dengan demikian, hubungan parasosial dalam konteks live streaming ini memperlihatkan bentuk baru komunikasi digital yang menegaskan keterikatan sosial antara kreator dan audiens di ruang virtual.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectInteraksi Parasosialen_US
dc.subjectHorton dan Wohlen_US
dc.subjectEncoding/Decodingen_US
dc.subjectStuart Hallen_US
dc.subjectYouTubeen_US
dc.subjectLive Streamingen_US
dc.subjectJonathan Liandien_US
dc.titleFenomena Interaksi Parasosial di YouTube: Studi Kasus Jonathan Liandien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321034


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record